Sabtu, 27 April 2013

TUJUAN KONSELING REALITAS





Tujuan umum tujuan konseling reality therapy sama dengan tujuan hidup, yaitu individu mencapai kehidupan dengan success identity. Untuk itu dia harus bertanggung jawab, yaitu memiliki kemampuan mencapai kepuasan terhadap kebutuhan personalnya.
Reality therapy adalah pendekatan yang didasarkan pada anggapan tentang adanya satu kebutuhan psikologis pada seluruh kehidupannya; kebutuhan akan identitas diri, yaitu kebutuhan untuk merasa unik, terpisah, dan berbeda dengan orang lain. Kebutuhan akan identitas diri merupakan pendorong dinamika perilaku yang berada di tengah-tengah berbagai budaya universal.

Kualitas pribadi sebagai tujuan konseling realitas adalah individu yang memahami dunia riilnya dan harus memenuhi kebutuhannya antara individu yang satu dengan yang lain dapat berbeda tetapi realitas itu dapat diperoleh dengan cara membandingkan dengan orang lain. Oleh karena itu, konselor bertugas membantu klien bagaimana menemukan kebutuhannya dengan 3R yaitu right, responsibility dan reality, sebagai jalannya.

Untuk mencapai tujuan-tujuan ini, karakteristik konselor realitas adalah sebagai berikut.
Konselor harus mengutamakan keseluruhan individual yang bertanggung jawab, yang dapat memenuhi kebutuhannya.
Konselor harus kuat, yakin, tidak pernah “bijaksana”, dia harus dapat menambah tekanan dari permintaan klien untuk simpati atau membenarkan perilakunya, tidak pernah menerima alasan-alasan dari perilaku irrasional klien.
Konselor harus dapat bertukar pikiran dengan klien tentang perjuangannya dapat melihat bahwa seluruh individu yang dapat melakukan secara bertanggung jawab termasuk pada saat yang sulit.
Konseling realitas pada dasarnya adalah proses rasional, hubungan konseling harus tetap hangat, memahami lingkungan. Konselor perlu menyakinkan klien bahwa kebahagiaannya bukan terletak pada proses konseling tetapi pada perilakunya dan keputusannya, dan klien adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.


KARAKTERISTIK KONSELING realita
Karakteristik Konseling Realitas
Menolak model medis
Penekanan pada saat sekarang
Mementingkan aspek nilai
Tidak menekankan transferensi
Menekankan pada aspek kesadaran
Menghapus hukuman
Menekankan pada tanggung jawab


14 komentar:

Unknown mengatakan...

realita? kenyataan yang ada.,.,dari diri konselor

zaldimuzani@gmail.com mengatakan...

yaah dong brroo

Unknown mengatakan...

intinya harus menerima kenyataan. hehe

Life is Music mengatakan...

apa yg nyata??

Unknown mengatakan...

dalam hidup ini harus menerima segala kenyataan yang ada. :)

zaldimuzani@gmail.com mengatakan...

dwi waajibb oo

zaldimuzani@gmail.com mengatakan...

leni nyata atau ghaib

zaldimuzani@gmail.com mengatakan...

life is musik,.,. ya dalam kehidupannya tentuya

Unknown mengatakan...

realitanyata fakta

zaldimuzani@gmail.com mengatakan...

fakta dan faktaaaa :v

Unknown mengatakan...

klien nya menerima keadaan

Unknown mengatakan...

Contoh'y seperti apa??

Diah Winarni mengatakan...

konseling direkti atau non direktif

Unknown mengatakan...

terimah sesuai dengn kenyataan yang ada...