Tujuan umum tujuan konseling
reality therapy sama dengan tujuan hidup, yaitu individu mencapai kehidupan
dengan success identity. Untuk itu dia harus bertanggung jawab, yaitu memiliki
kemampuan mencapai kepuasan terhadap kebutuhan personalnya.
Reality therapy adalah pendekatan
yang didasarkan pada anggapan tentang adanya satu kebutuhan psikologis pada
seluruh kehidupannya; kebutuhan akan identitas diri, yaitu kebutuhan untuk
merasa unik, terpisah, dan berbeda dengan orang lain. Kebutuhan akan identitas
diri merupakan pendorong dinamika perilaku yang berada di tengah-tengah
berbagai budaya universal.
Kualitas pribadi sebagai tujuan
konseling realitas adalah individu yang memahami dunia riilnya dan harus
memenuhi kebutuhannya antara individu yang satu dengan yang lain dapat berbeda
tetapi realitas itu dapat diperoleh dengan cara membandingkan dengan orang
lain. Oleh karena itu, konselor bertugas membantu klien bagaimana menemukan
kebutuhannya dengan 3R yaitu right, responsibility dan reality, sebagai
jalannya.
Untuk mencapai tujuan-tujuan ini,
karakteristik konselor realitas adalah sebagai berikut.
Konselor harus mengutamakan
keseluruhan individual yang bertanggung jawab, yang dapat memenuhi
kebutuhannya.
Konselor harus kuat, yakin, tidak
pernah “bijaksana”, dia harus dapat menambah tekanan dari permintaan klien
untuk simpati atau membenarkan perilakunya, tidak pernah menerima alasan-alasan
dari perilaku irrasional klien.
Konselor harus dapat bertukar
pikiran dengan klien tentang perjuangannya dapat melihat bahwa seluruh individu
yang dapat melakukan secara bertanggung jawab termasuk pada saat yang sulit.
Konseling realitas pada dasarnya
adalah proses rasional, hubungan konseling harus tetap hangat, memahami
lingkungan. Konselor perlu menyakinkan klien bahwa kebahagiaannya bukan
terletak pada proses konseling tetapi pada perilakunya dan keputusannya, dan
klien adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.
KARAKTERISTIK KONSELING realita
Karakteristik Konseling Realitas
Menolak model medis
Penekanan pada saat sekarang
Mementingkan aspek nilai
Tidak menekankan transferensi
Menekankan pada aspek kesadaran
Menghapus hukuman
Menekankan pada tanggung jawab
14 komentar:
realita? kenyataan yang ada.,.,dari diri konselor
yaah dong brroo
intinya harus menerima kenyataan. hehe
apa yg nyata??
dalam hidup ini harus menerima segala kenyataan yang ada. :)
dwi waajibb oo
leni nyata atau ghaib
life is musik,.,. ya dalam kehidupannya tentuya
realitanyata fakta
fakta dan faktaaaa :v
klien nya menerima keadaan
Contoh'y seperti apa??
konseling direkti atau non direktif
terimah sesuai dengn kenyataan yang ada...
Posting Komentar